Jumat, 29 Februari 2008
Pencaplokan Karya Orang Lain
| Reactions: |
BAHASA IBU DILARANG?
Belakangan ini di Kota Pontianak beredar selebaran yang menyeruhkan penggunaan Bahasa Indonesia dan pelarangan penggunaan bahasa ibu. Ini jelas sudah mengarah pada sentimen etnik. Yang dimaksud tidak menggunakan bahasa ibu jelas adalah supaya warga Tioghua di Kota ini tidak menonjolkan identitas etniknya. Waduh....kenapa bisa jadi separah ini? Bukankah bahasa ibu itu memang sudah menjadi bahasa sehari-hari yang digunakan di kalangan sendiri. Lagian, bahasa ibu tidak bersifat merusak persatuan apalagi mempropagandakan politik. Bukankah justru seruan pelarangan lebih bernuansa politik. Ingat, baru-baru ini saja PBB memperingati HARI IBU SEDUNIA. Peringatan ini berfungsi untuk dapat melestarikan keberadaan beragam bahasa di dunia yang berdasarkan hasil penelitian semakin berkurang. Bahasa ibu merupakan salah satu ciri kekayaan budaya manusia di dunia. Pengujaran dan penggunaan bahasa ibu tentu baru dapat dilakukan jika yang saling berujar sama-sama mengerti. Jadi jelas pelarangan penggunaan bahasa ibu MELANGGAR HAK ASASI MANUSIA BUNG!!!! Ingat itu!!!!!! Kalau salah satu kelompok dilarang menggunakan, maka kelompok lain juga harus diperlakukan adil dunk...... Bukan ingin mendiskriditkan satu golongan, tetapi perlu diingat dalam menjunjung rasa saling menghargai dan kondisi POntianak yang memiliki multientik, jelas pelarangan penggunaan bahasa ibu tidak dapat dilakukan. Bahasa Ibu justru harus digunakan bersama-sama dengan BAHASA INDONESIA untuk menunjukkan adanya keanekaragaman dalam satu kesatuan. SAVE OUR NATION BUNG!!!!! JANGAN HANYA ASAL NGOMONG.......
Sabtu, 23 Februari 2008
PENGETAHUAN DASAR INVESTASI

Investasi menjadi salah satu kegiatan ekonomi aktif yang dilakukan untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan. Investasi memiliki kedudukan yang sejajar dengan aktivitas ekonomi lain, yakni konsumsi dan menabung. Dari kajian keuangan, investasi didefinisikan sebagai penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan garapan dapat menghasilkan keuntungan di masa depan (Abdul Halim, 2005). Secara lebih luas, investasi dapat dipahami sebagai pemanfaatan komponen pendapatan yang diperoleh untuk memperoleh hasil di masa depan selain untuk keperluan konsumsi dan juga tabungan.
Semakin rendahnya suku bunga perbankan di masa sekarang, justru turut menarik minat untuk melaksanakan investasi dan bahkan mengalihkan komponen tabungan untuk kegiatan tersebut. Namun perlu disadari, bahwa agar dapat melaksanakan investasi dengan baik perlu dipahami kondisi-kondisi yang mendasari kegiatan tersebut.
Jika dianalogikan, sebenarnya kegiatan investasi dapat disamakan dengan kegiatan mengerami telur ayam, membersarkannya, sampai pada akhirnya ayam tersebut dapat memberikan nilai/keuntungan bagi peternaknya. Kondisi beternak dan investasi sama-sama menghadapi suatu ketidakpastian di masa depan. Tidak ada yang dapat menjamin bahwa telur menetas semua. Tidak ada pula yang dapat menjamin bahwa anak ayam akan berkembang sempurna sampai bisa dijual dan tidak ada yang mati dalam proses peternakan. Demikian pula dengan investasi. Investasi menghadapi risiko di dalam proses panjang untuk memperoleh harapan keuntungan di masa depan.
Ketidakpastian dan risiko harus dihadapi oleh investor agar harapannya dapat tercapai. Menghadapinya tentu saja dengan memhami secara baik langkah-langkah dan kegiatan manajemen terhadap investasi yang akan dilakukan. Seperti kegiatan manajemen pada umumnya, manajemen investasi juga perlu dilakukan mulai dari perencanaan, organisasi, aktualisasi, pengendalian, serta evaluasi.
Pada tahap perencanaan, pelaku investasi harus memperhitungkan dengan baik jumlah pengorbanan yang harus dilakukan dari komponen pendapatannya untuk melakukan investasi. Komponen ini tentu saja jangan sampai mengabaikan keperluan konsumsi pokok dan juga keperluan cadangan dana simpanan untuk berbagai keperluan yang tidak terduga. Pada tahap perencanaan, pelaku investasi juga harus menetapkan jenis atau pilihan investasi, mempelajari risiko dan manfaatnya, serta langkah-langkah antisipasi dan juga kesiapan dalam menanggung risiko yang timbul. Penentuan jangka waktu investasi dan pelaksana kegiatan investasi juga harus dilakukan di tahap ini. Kesadaran bahwa investasi merupakan suatu kegiatan jangka menengah dan jangka panjang perlu menjadi dasar berpijak dalam perencanaan investasi.
Pada tahap organisasi, kegiatan investasi mulai dilaksanakan. Investasi yang dilaksanakan pada aset finansial dengan yang dilakukan pada aset riil tentu saja akan berbeda proses organisasinya. Selama organisasi, memantau perkembangan investasi harus dilakukan. Jika organisasi dilakukan melalui pihak pengelola, misalnya manajer investasi atau rekanan, maka tahap ini perlu dilakukan aktivitas komunikasi secara aktif untuk memantau perkembangan pada investasi yang dilakukan dan sekaligus juga mendiskusikan langkah antisipasi dan penanggulangan berbagai risiko buruk.
Aktualisasi merupakan langkah lanjutan setelah investasi yang dilaksanakan tumbuh dan berkembang. Dengan kata lain, investasi yang telah menunjukkan hasil dalam jangka waktu tertentu berdasarkan evaluasi perlu lebih disehatkan dan dikembangkan lebih lanjut. Pada tahap ini, jika dirasakan perlu penambahan porsi investasi dapat saja dilakukan. Mengalihkan investasi kepada pihak lain atau dengan kata lain melepas investasi tersebut apabila kinerjanya telah mendatangkan keuntungan yang luar biasa dapat menjadi satu pertimbangan khusus.
Jika investasi tidak dilepas, melainkan dipertahankan, atau dilepas sebagian, maka pengendalian terhadap perkembangan dengan melakukan aktivitas penunjang dapat saja dilakukan. Investasi pada aset-aset finansial umumnya melakukan tindakan tersebut melalui penciptaan citra positif yang dapat semakin meningkatkan para pelaku investasi mempertimbangkan untuk memberikan nilai lebih pada investasi yang ada. Citra positif ini dapat membangun dan mengembangkan terus aset-aset investasi. Namun perlu juga diantisipasi adanya citra buruk yang dapat muncul dan usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk menghadapi sentimen negatif terhadap instrumen investasi yang ada.
Harapan dari setiap pelaku investasi tentu saja pada nilai tambah dan keuntungan masa depan. Jika dalam jalannya atau pada akhir masa investasi (untuk investasi berjangka) dapat diperoleh keuntungan, maka evaluasi berfungsi untuk menilai apakah investasi lanjutan pada aset yang sama dapat dilakukan atau perlu dilakukan pengalihan, ataupun menambah nilai investasi pada aset yang sama. Keputusan ini tentu saja didasarkan pada data yang diperoleh sebagai bahan pertimbangan, meskipun keputusan investasi tidak dapat memperoleh jaminan sepenuhnya dari data historik. Keputusan yang dibuat berfungsi untuk menjalankan kembali siklus kegiatan manajemen investasi.
| Reactions: |
REKSADANA KEMBALI BERJAYA

Jenis reksadana yang dikelola juga mengalami perkembangan. Jika sebelum goncangan hebat, di Indonesia dikenal empat jenis reksadana, dalam perkembangan terakhir jenis reksadana yang dipasarkan di Indonesia dapat dibedakan menjadi 7 jenis, yakni reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pasar uang, reksadana terproteksi, reksadana indeks, dan reksadana Exchanget Traded Fund (ETF).
Perkembangan paling pesat terutama terjadi pada jenis reksadana saham. Pada tahun 2004, porsi reksadana saham di Indonesia bernilai Rp1,89 triliun. Sampai dengan akhir tahun 2007, Bapepam-LK mencatat, perkembangan reksadana saham telah mencapai nilai RP34,79 triliun. Sejak September 2007, NAB reksadana saham telah menggeser NAB dari reksadana pendapatan tetap.
Peningkatan nilai investasi ini jelas terkait erat dengan adanya pengalihan dana masyarakat. Jika sebelumnya, ketika suku bunga bank masih menjanjikan, dana lebih banyak disimpan dalam deposito. Ketika nilai tersebut semakin mengecil dan tidak lagi memberikan hasil, dana tersebut dialihkan pada instrumen yang lebih menjanjikan, termasuk reksadana.
Tindakan ini juga tidak terlepas dari turut bermainnya perbankan dalam memasarkan instrumen ini. Membaiknya sektor riil, tumbuhnya ekonomi nasional, jaminan Bapepam-LK, dan sentimen positif bursa menjadi faktor-faktor yang juga turut menambah daya tarik reksadana.
Di sisi lain, pemain-pemain baru di dalam investasi reksadana juga sangat potensial bermunculan. Tidak mengherankan, sebab investasi ini relatif lebih mudah dilakukan dan dapat menjangkau investor berkantong tipis juga. Meskipun berkantong tipis dan pemula dalam melakukan investasi, kepercayaan pada manajer investasi dan pemasar reksadana membuat pelaku investasi semakin yakin dan mau menempatkan dananya pada instrumen ini.
| Reactions: |
THE CIPUTRA’S WAY

“Entrepreneur yang berkemungkinan sukses biasanya adalah seseorang yang tidak cepat puas, yang ingin mengetahui sesuatu lebih banyak lagi sampai ia dapat memahami dan mewujudkan sesuatu dari yang baru diketahuinya.”
“Entrepreneur yang paling berbakat pun tetap manusia biasa. Dan Anda tidak harus menjadi orang jenius dalam semua bidang untuk menjadi entrepreneur yang sukses”
Pak Ci, Aku acukan dua jempol untuk pendapatmu berkaitan dengan pendidikan:
“Orang yang bodoh ada dua macam. Pertama, mereka yang merasa dirinya pintar dan karenanya tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Kedua, mereka yang tidak mau meniru perbuatan baik yang telah dilakukan orang lain karena enggan mengakui keunggulan orang lain.”
“Tidak benar bahwa menambah pengetahuan lewat pendidikan hanya membuang waktu. Justru sangatlah mungkin untuk membesarkan perusahaan sambil Anda mengisi aki dengan mengikuti pendidikan. Dalam jangka panjang Anda akan mengetahui menfaatnya.”
Prinsip-prinsip OK Pak Ci, bukan hanya untuk entrepreneur saja – tetapi untuk semua yang berkarya di ladang Tuhan:
1. Mulailah dari apa yang ada pada diri kita; mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. 2. Carilah mitra (bisnis) yang melengkapi keunggulan Anda. 3. Mencari mitra (bisnis) sama dengan mencari istri. 4. Yakinkanlah mitra (bisnis) Anda dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. 5. Cermatlah membaca pasar (=sekitar kita=). 6. Ketepatan mengatakan NO sama pentingnya dengan ketepatan mengatakan YES. 7. Gunakan intuisi untuk melengkapi pengetahuan dalam membuat keputusan. 8. jadilah juga pemasar yang tangguh. 9. Membangun dan bekerja lewat organisasi. 10. Jangan memikirkan kemungkinan untuk gagal.
| Reactions: |
EVALUASI HASIL UJIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Harapan saya ternyata tidak sesuai harapan. Sebagian besar jawaban ternyata lebih banyak merupakan argumentasi subjektif yang tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas. Rupanya memang masih sangat sulit untuk menerapkan belajar mandiri di kalangan mahasiswa. Bagaimana bisa soal yang disajikan secara ilmiah dapat dijawab tanpa membaca? Bahkan artikel-artikel di blog ini hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkannya. Kilah yang lebih jitu adalah tidak memiliki waktu akibat kesibukan dalam bekerja.
Sudah menjadi risiko, apabila ingin sukses harus ada yang dikorbankan. Jika pekerjaan diutamakan, maka tentu saja studi juga akan dikorbankan (sedikit sampai banyak). Jika tidak ingin ada yang dikorbankan, yah mahasiswa harus tahan banting. Harus ada waktu yang dikorbankan. Mungkin waktu pacaran, mungkin waktu istirahat, dan mungkin juga waktu untuk bersenang-senang.
Dikorbankan untuk apa? Yah dikorbankan untuk belajar. Perlu disadari, belajar di perguruan tinggi tidak sama dengan belajar di sekolah menengah. Tuntutan kemandirian, kedisiplinan diri, dan juga kerja keras harus terpenuhi. Tanpa itu sulit rasanya untuk bisa memperoleh nilai akademis (IP) yang baik. Kalau menjalaninya dengan santai, yah rantai Carbon saja yang mungkin akan dihasilkan: C-C-C-C dan C lagi.
Setelah dilakukan evaluasi, ternyata, walaupun sudah menyandang mahasiswa STMIK dan juga berada di semester III, masih banyak evaluasi diri dan peningkatan kemampuan yang harus dilakukan oleh mahasiswa sekalian. ICT berkembang dengan sangat pesat dan cepat. ICT akan menjadi disruptive jika kita tidak tahu memanfaatkannya dengan baik dan benar. Kemampuan di bidang internet, jaringan, komunikasi mobile sekarang menjadi ukuran dan determinan utama tamatan STMIK di manapun juga. Oleh sebab itu, sebagai mahasiswa yang ingin meraih kesuksesan dalam kompetisi di dunia kerja atau mungkin menjadi teknopreneur, penguasaan kemampuan tersebut mutlak harus terpenuhi.
Luangkanlah waktu untuk lebih banyak membaca daripada hanya sekedar untuk bersenang-senang. Aktivitas fisik, seperti olah raga perlu dilakukan untuk mengimbangi belajar. Jika ada waktu luang di akhir pekan, bukalah blog saya dan lakukanlah searching berbagai website di internet terkait dengan minat Anda di bidang ICT. Perbaharui dan tingkatkan kemampuan Anda secara optimal.
Nasi telah menjadi bubur. Tetapi bubur masih bisa dimakan toh. Bubur bisa diolah juga menjadi masakan yang enak. Cuma perlu diingat, karena lain kali kita masih akan memasak, jangan diulangi lagi memasak nasi hingga menjadi bubur. Selamat belajar, semoga lebih sukses di semester yang baru.
| Reactions: |
Pig Song: Download it from sty Tunes?
The song-which reworks Tammy Wynette’s Stand bu Your Man wit a procine theme – is intended to alert the public to a sector that farmers say is being pushed to extinction by greedy supermarket chains and rising feed prices.
“Stand by your ham,” run the chorus. “Sausages, pork and bacon/Help us stay in business/Because our pigs are woth it/Stand by your ham.”
With little singing experience but fueled by enthusiasm and bacon sndwiches, the 20 to 30 farmers hope to rely on affection for traditional British prok products from pies to sausages.
The song will be available for download from the weekend from the website www.pigsarewothit.com
| Reactions: |
YOHANES SURYA COME TO PONTIANAK

Suasana Function Hall yang ramai memang sempat di kecewakan dengan listrik yang sempat mati hidup. Akibatnya setting presentasi yang telah dilakukan mengalami gangguan teknis, sehingga pelaksanaan seminar harus ditunda beberapa waktu. Acara seminar dibuka resmi oleh Walikota Pontianak, Bapak Buchary A. Rahman. Beliau berpesan agar semua peserta dapat memetik manfaat dari seminar bertema teknologi dan mengembangkan pendidikan melalui pemberdayaan teknologi mutakhir. Setelah membuka seminar, beliau langsung meninggalkan tempat karena masih harus melaksanakan tugas di tempat lain.
Seminar yang diangkat oleh Yohanes Surya bertajuk Kemajuan Teknologi dan Masa Depanku. Penyajian dilakukan dengan model informasi ringan, berbau edukasi, dan mengedepankan pemahaman komunitas terbesar dalam forum, yakni para siswa. Siswa di awal seminar diajak mengimajinasikan perkembangan ICT untuk waktu 20 – 30 tahun mendatang. Perkembangan paling mutakhir yang digambarkan adalah mengenai adanya teknologi virtual, mini dari segi ukuran, ringan dari segi biaya, dan efisien dari segi pemanfaatan. Teknologi tersebut antara lain: karpet rumah yang dapat membersihkan kotoran secara otomatis, komputer tanpa wujud fisik, hologram di mana-mana, dan robot yang membantu tugas manusia dalam jumlah besar.
Menurut Yohanes Surya, ada tiga pilar teknologi utama yang memungkinkan semua perkembangan tersebut, yakni nanoteknologi, bioteknologi, dan ICT. Ketiga pilar tersebut di beberapa belahan dunia telah menjadi kenyataan. Ia memutarkan film mengenai perkembangan ketiga teknologi tersebut di Jepang dan membandingkannya antara tahun 2003 dengan 2007. Di tahun 2003, di Jepang teknologi 3G dan kelas berbasis ICT telah menjadi suatu hal yang sangat biasa. Pada tahun 2007 di Jepang teknologi hologram dan commute learning merupakan suatu kenyataan.
Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih keuntungana kompetitif dari ICT menurut beliau. Caranya adalah dengan menggunakan prinsip: naik kuda kejar kuda. Prinsip inilah yang menurut beliau membuat Finlandia, Singapura, Malaysia, Cina, dan India berhasil. Indonesia memiliki SDM yang sangat tangguh. Kuncinya adalah pendidikan yang tepat dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Langkah strategis yang dapat ditempuh untuk mengarahkan Indonesia agar dapat meraih manfaat dari ICT antara lain: (1) membuat universitas riset terbaik di bidang teknologi mutakhir. (2) mendorong berbagai industri/grup perusahaan untuk turut berkontribusi dalam riset-riset di bidang teknologi. (3) Mendorong anak-anak pintar di Indonesia mengambil jurusan-jurusan studi yang bisa membawa Indonesia pada kejayaan ICT, bioteknologi, dan nanoteknologi.
| Reactions: |
BISNIS KELUARGA – DIPELAJARI ATAU DIWARISKAN

Hadir dalam seminar tersebut puluhan undangan yang berasal dari kalangan orang tua, siswa-siswi SMA, dan para guru di Kota Pontianak. Bertindak sebagai pembicara dalam seminar tersebut adalah Bapak DR. DavidSukardi Kodrat, MM dan Bapak Ferry Yang, Ph.D. Dengan kepiawaiannya dalam mengajar dan disertai dengan pengalaman yang matang sebagai entrepreneur, kedua pembicara memukau para peserta. Waktu pembicaraan yang cukup panjang tidak terasa dengan disajikannya materi secara menarik.
Dalam pembahasannya mengenai Usaha Membangun Bisnis Keluarga, Pak David mengawali dengan penyajian data hasil survey mengenai perkembangan perusahaan di Indonesia. Berdasarkan data tersebut, pak David menyatakan, ada semacam mitos dalam perusahaan keluarga di Indonesia, “Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan.” Mitos ini menjadi kenyataan karena dalam transformasi dan menghadapi ketidakpatian bisnis, perusahaan-perusahaan tersebut tidak berhasil mengatasi rintangan gap antarlini dari tempat usahanya dimulai untuk meningkat ke lini selanjutnya.
Pembahasan teoritis disertai dengan penjelasan aplikatif menggunakan contoh-contoh perusahaan di tingkat nasional maupun internasional. Perusahaan dan produk yang dijadikan Pak David sebagai studi kasus adalah: Martha Tilaar, Joger, Globel, Orang Tua, Permen Kino, Bukrim Vs Krim Ekonomi, dan Indomie vs Mie Sedap. Sebagai kesimpulan, Pak David menegaskan bahwa agar bisnis dapat tumbuh terus dan berkembang diperlukan inovasi, kecerdikan, kreativitas, kesanggupan menanggung risiko, memiliki semangat kerja keras, mau berkorban, dan bersedia mengubah mindset ke arah yang lebih baik.
Melengkapi pembahasan Pak David, Pak Ferry menegaskan bahwa entrepreneurship merupakan suatu hal yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Berbeda dengan Pak David, Pak Ferry lebih banyak mengungkapkan hal-hal yang bersifat filosofis. Pembahasan Pak Ferry diarahkan untuk mempertemukan antara pemikiran Barat dengan Timur dalam membahas pengembangan entrepreneurship.
Pemikiran Timur yang dijadikannya sebagai acuan adalah Filsafat Kong Fu Tze dan Meng Tze. Sedangkan dari Barat ia mengangkat pendapat Peter Drucker dan John Dewey. Menurut Pak Ferry, semua orang telah dilahirkan untuk menjadi entrepreneur, tetapi kehilangan kesadaran akan kemampuan tersebut terjadi ketika kita menjalani pendidikan yang keliru. Entrepreneur dilahirkan dan dididik. Oleh sebab itu, jika orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi entrepreneur, maka mereka harus mendidiknya dengan cara yang tepat.
| Reactions: |
KOTA PONTIANAK – CAP GO MEH TANPA NAGA

Tahun ini jelas berbeda. Entah kepentingan politis, entah pula kepentingan ekonomi. Jika tahun 2007, Pontianak memamerkan naga terpanjang, maka di tahun ini tidak ada seekor pun naga berani muncul di Kota ini. Suasana jalan Gajahmada dan Tanjungpura yang setiap perayaan Cap Go Meh marak dengan berbagai hiburan hanya menunjukkan aktivitas seperti hari normal lainnya. Lalu kemanakah Sang Naga?
Sang Naga bahkan tidak melakukan atraksi apapun. Sang Naga diboyong ke Kota Singkawang. Perayaan Cap Go Meh ditumpahruahkan di Kota tersebut. Beberapa Kabupaten lain di sekitar Kota Singkawang tidak kalah semarak dengan perayaan di Kota Amoi tersebut. Kota Pontianak? Yah sepi-sepi saja.
Demi alasan keamanan dan kebersatuan, tampaknya perayaan Cap Go Meh harus dikorbankan. Padahal, kerugiannya tentu saja besar. Tingkat hunian hotel berkurang dan demikian pula dengan pendapatan sektor informal. Bahkan mungkin termasuk akan berimbas pada pendapatan daerah (Kota Pontianak). Tapi mungkin memang sudah takdir juga. Naga-naga di Kota Pontianak sedang pada takut dengan tikus-tikus yang mulai menggerogoti di tahun ini.
Sehebat itukah tikus di Kota Pontianak? Harus diakui memang hebat. Tikus-tikus itu secerdik tikus dalam filosofinya. Tikus-tikus berhasil menimbulkan rasa takut bahkan mungkin menyebabkan ketakutan akan wabah yang ditimbulkannya. Tapi semoga saja tikus itu bukan sengaja dihidupkan untuk menakut-nakuti. Soalnya kalau dihidupkan kayak begitu bahkalan menjadi siluman yang menyebabkan Kota nan indah ini terhantui.
Mulai ngelantur nih......Ya sudahlah....Yang penting Cap Go Meh sudah lewat. Kota ini tetap aman toh. Yang penting tikus sudah puas.... Toh Naga juga sudah punya habitat baru. Akankah ke depan Kota Pontianak juga tidak akan merayakan Cap Go Meh lagi? Atau bahkan juga tidak boleh merayakan Imlek lagi? Waduh....perlu siap-siap neg. Kalau begitu mungkin kaum penggemar naga ini bakalan hijrah juga.....................Bye...Bye Khuntien!!!!
Nilai Akhir Sistem Informasi Manajemen
Minggu, 17 Februari 2008
NARUTO VERSUS SASUKE

NARUTO LAGI! sekarang versus sasuke

NARUTO AJA YACH!!!

Minggu, 10 Februari 2008
PERAYAAN HARI KETUJUH IMLEK

Alkisah di zaman dahulu, ada sebuah keluarga petani sederhana. Sebagai sebuah keluarga petani sederhana, mereka merayakan imlek juga dengan kesederhanaan. Segala hasil kebun dan ladang yang mereka miliki diolah menjadi makanan lezat untuk menjamu para tetangga, kerabat, dan juga untuk konsumsi keluarga. Tentu saja, memasuki satu minggu, makanan tersebut juga sudah habis.
Pada hari ketujuh, secara kebetulan, seorang pejabat negara yang melakukan perjalanan pulang ke wilayahnya singgah di rumah petani tersebut. Memang, pejabat pemerintah tersebut juga sadar bahwa ia menumpang istirahat di rumah seorang petani. Tentu tidak ada suguhan istimewa yang akan diperolehnya. Namun, petani tentu berpikiran lain. Ia sangat tidak enak hati melihat tamunya.
Isteri petani tersebut kemudian berbisik kepada suaminya. Dalam bisikannya, ia mengatakan bahwa mereka harus menyediakan makanan, walaupun sedikit bagi tamunya, karena hari itu masih dalam perayaan imlek. Petani sangat kebingungan, namun sang isteri memberi ide. Menurutnya, di kebun belakang rumah, beberapa sayuran sedang baik tumbuhnya. Ini tentu akan menjadi hidangan yang sangat lezat jika disajikan selagi panas.
Setelah mendapat ijin dari suaminya, isteri petani mulai memetik dan memasak sayuran tersebut. Ternyata, sangat kebetulan sekali sayuran yang tersedia ada tujuh jenis. Ketujuh jenis sayuran tersebut dimasak dan disiapkan dalam tujuh porsi dan nasi menjadi porsi kedelapan yang melengkapi sajian tersebut. Setelah makanan siap, tamu pun mereka jamu.
Begitu terkejut dan bahagianya sang pejabat di jamu dengan kesederhanaan, namun dengan makanan yang begitu lezat. Setelah tiba waktunya, sang pejabat melanjutkan perjananan. Ia menceritakan pengalamannya kepada isterinya dan juga kepada kerabat yang lain. Ia juga meneruskan pengalaman tersebut, dengan melakukan peringatan hari ketujuh tersebut setiap tahun dengan menyelenggarakan acara makan yang sama, seperti yang dilakukannya di rumah petani yang telah menjamunya. Tradisi ini kemudian menurun dan diteruskan oleh sebagian keluarga Cina sampai saat ini. Apakah itu termasuk dalam keluarga Anda?
MENGAPA TIDAK BOLEH MEMBERSIHKAN RUMAH PADA HARI IMLEK?

Malam imlek, dewa-dewi kembali ke bumi dan diundang untuk kembali masuk dan bermukin di dalam rumah. Sejak saat itu, sebagai lambang penghormatan, mereka akan memberi kesempatan kepada dewa-dewi untuk membereskan dan menata segala yang baik bagi keluarga. Oleh karena itu, dewa dan dewi harus diberi kebebasan dan juga ketenangan dalam menata dan mengatur yang terbaik bagi rumah yang mereka diami. Selama dewa-dewi melaksanakan tugas-tugas tersebut, termasuk menata segala peluang untuk memperoleh rejeki, maka manusia juga cukup merayakan kebahagiaan di tahun yang baru tanpa mengusiknya dengan aktivitas pembersihan rumah.
Hari kedua, setelah penataan dan kerja keras, para dewa diyakini memerlukan istirahat. Oleh karena itu, pada hari kedua pembersihan juga dilarang. Jika dilakukan, dikhawatirkan para dewa akan marah dan kemudian meninggalkan mereka. Jadi, hari kedua merupakan kesempatan yang diberikan oleh manusia kepada dewa-dewi keberuntungan untuk beristirahat.
Pada hari ketiga, pembersihan sudah boleh mulai dilakukan. Pada hari ini, justru disarankan. Dewa-dewi telah bangun dari istirahatnya dan akan memulai kegiatan rutin. Mereka perlu suasana yang segar dan rumah juga sudah mulai kotor. Maka, pembersihan dilakukan dengan seksama pada seluruh sudut rumah sebagai kegiatan yang penting bagi manusia dan juga menciptakan kenyamanan bagi dewa-dewi pelimpah rejeki yang mendiami rumah mereka.
ORANGTUA DAN KAKI BABI

Tradisi makan bersama dalam masyarakat Cina memang memiliki makna yang sangat berarti. Makan tidak hanya menandakan keakraban dan berkumpul, tetapi sekaligus juga menjadi simbol penghargaan kepada orang yang dijamu makan. Bahkan saking pentingnya ritual makan, membuat tradisi ketika bertemu sama lain, orang Cina tidak bertanya, “Apa kabar?” – melainkan, “Apakah sudah makan atau belum?”
Dalam persiapan menjelang makan bersama menjelang imlek, ada satu tradisi yang sangat unik. Beberapa hari sebelum perayaan makan bersama, ada kebiasaan, anak perempuan akan mengantarkan “kaki babi” kepada kedua orangtuanya. Kaki babi tersebut pada akhirnya memang akan dimasak untuk dimakan bersama anggota keluarga. Tetapi justru uniknya, mengapa harus kaki babi?
Babi merupakan binatang yang sangat produktif. Babi mampu menghasilkan banyak keturunan sekaligus dalam satu kali kelahiran dan masa kehamilannya juga terkenal relatif singkat. Selain itu, beberapa jenis babi nonternak (babi liar) memiliki kemampuan untuk beradaptasi dalam lingkungan hutan sangat baik. Babi juga sangat pintar dalam memilih makanan, sehingga tidak jarang panen petani dirusak oleh binatang ini. Berdasarkan pada pertimbangan tersebut, masyarakat Cina menganggap babi sebagai binatang yang layak untuk dikonsumsi, karena tidak akan punah dan memiliki gizi yang sangat baik – karena mempunyai makanan yang sama dengan manusia.
Seeokor babi memiliki 2 pasang kaki. Sementara dari seekor babi, akan diperoleh banyak sekali daging. Dengan demikian, kaki babi merupakan salah satu bagian yang paling sedikit – sehingga dianggap berharga. Selain itu, kaki babi ternyata memiliki simbol lain. Kaki tersebut disimbolkan dengan kekuatan dan kemampuan yang tangguh dari babi. Ditopang oleh kaki tersebut, babi dapat melakukan berbagai aktivitas, termasuk mencari makan. Jadi, kaki babi, selain sebagai makanan yang enak juga merupakan suatu simbol spritual yang mendoakan agar kedua orang tua selalu sehat sekuat kemampuan binatang tersebut dan memiliki kelimpahan rejeki, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
MAKNA JERUK DALAM PERAYAAN IMLEK

Dari segi pelafalan dalam Bahasa Cina, jeruk memiliki bunyi yang mirip dengan emas. Sementara secara tunggal, salah satu aksara jeruk sendiri bermakna “kemampuan untuk berbibit”. Berdasarkan bunyi dari aksara tersebut, makna “jeruk” sangat baik. Jeruk dengan demikian melambangkan “kemampuan untuk berkembang” dan “peluang untuk memperoleh kekayaan”. Jeruk disediakan di rumah pada saat perayaan imlek sebagai suatu permohonan agar keluarga senantiasa dikaruniahi rejeki dan kekayaan yang berlimpah.
Selain melihat pada makna kata jeruk. Bangsa Cina juga memiliki pertimbangan lain yang memperkuat pentingnya jeruk sebagai lambang kemakmuran dan kekayaan. Warna jeruk (mandarin) yang elok, yakni orange dipersepsikan merupakan suatu karunia dewa-dewi kepada negeri tersebut berupa buah yang menyerupai warna emas (lambang kekayaan). Akar tanaman yang sangat kuat dan membuat pohon jeruk kokoh juga memberikan simbol kekuatan dan ketahanan.
Kekuatan dan ketahanan dalam ekonomi keluarga sangat penting. Terlebih lagi dikaitakan dengan tradisi di masa lalu yang menghendaki keluarga besar (extended family). Kekuatan dan ketahanan tanaman jeruk menjadi simbol yang sangat berarti bagi ketahanan dan kekuatan ekonomi keluarga. Masyarakat Cina berharap, dengan adanya jeruk sebagai simbol – doa dan permohonan untuk kekayaan dan kesejahteraan dapat kokoh bertahan dalam keluarga.
Imlek merupakan awal tahun dan sekaligus perayaan yang menandai akan berakhirnya musim dingin. Dengan memasuki tahun yang baru dalam perayaan imlek, berarti keluarga akan segera dapat memulai usaha baru – yang tepatnya dimulai setelah perayaan CAPGO. Jeruk menjadi pertanda yang sangat baik untuk memulai usaha di tahun yang baru. Bagi keluarga-keluarga yang memiliki usaha di bidang pertanian, mereka mengharapkan hasil panen mereka dapat berbibit dan berkembang maksimal seperti makna kata “kit”. Sementara bagi yang bekerja di sektor lain mengharapkan berkah kestabilan dalam usaha dan kekuatan untuk menghadapi berbagai kompetisi.
Jadi, selain sebagai buah, jeruk juga menjadi simbol spritual dan sekaligus simbol tradisi yang bermakna sangat mendalam bagi warga Cina. Terlepas dari simbol tersebut, penggunaan istilah dan bunyi bahasa untuk menjelaskan suatu tradisi yang penuh dengan kebijaksanaan memperkuat kebesaran dan keagungan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh bangsa Cina.
Jumat, 01 Februari 2008
RIWAYAT BINATANG DALAM SHIO

Binatang-binatang tersebut bertingkah laku aneh. Manusia benar-benar kewalahan menghadapi binatang tersebut. Manusia tidak menemukan cara lain selain melakukan sembayang dan memanjatkan permohonan kepada para dewa untuk membantu mengatasi gangguan tersebut. Dewa tanah juga tidak luput turut membantu manusia membuat laporan, karena tingkah laku hewan juga tidak mampu lagi ditanganinya.
Mendengarkan kekacauan yang terjadi, dewa langit sangat marah. Ia kemudian memanggil raja-raja dari ke-12 binatang yang terlibat konflik hebat untuk menghadapnya. Ke-12 binatang tersebut selanjutnya menghadap dan menceritakan permasalahan yang terjadi. Dewa langit mengerti dan mulai menenangkan diri dari kemarahannya. Ia kemudian memintah agar para binatang kembali pada tugas dan fungsinya masing-masing, sementara ia akan mendiskusikan penyelesaian yang terbaik dengan Dewi Kuan Im.
Dewa langitpun kemudian memanggil Dewi Kuan Im untuk menghadap dan mendiskusikan penyelesaian terbaik dari masalah diantara para binatang di bumi. Dewi Kuan Im yang bijak dan penuh dengan keramahan menyarankan kepada Dewa Langit untuk membuat kompetisi balap lari diantara ke-12 binatang tersebut, yang diwakili oleh satu atlit terbaik para binatang tersebut. Kesepakatan tersebut kemudian disampaikan Dewa langit kepada raja para binatang.
Keputusan Dewa Langit diterima dengan patuh oleh para binatang yang terlibat perselisihan. Kompetisipun kemudian ditentukan. Dalam perlombaan tersebut berhasil diperoleh urutan kemenangan dengan juaran 1 – 12 mulai dari Tikus sampai Babi. Para binatang menerima keputusan hasil lomba dengan lapang dada. Perselisihan kemudian berhasil diselesaikan dengan damai. Sebagai peringatan, Dewa Langit kemudian membuat perintah kepada manusia untuk menjadikan urutan siklus tahunan untuk ke-12 hewan tersebut sebagai perlambangan keunggulan dari setiap hewan tersebut dan fungsinya bagi kehidupan.
MENYAMBUT IMLEK: PENGHARGAAN PADA DEWA DAN DEWI

Cutinya dewa dan dewi bukan tanpa alasan dan bukan untuk berlibur. Dewa dan dewi tersebut telah menjalankan tugas penting membantu dan menyelamatkan manusia selama satu tahun. Pada akhir tahun, mereka harus menghadiri rapat dengan Dewa Langit dan membuat laporan pertanggungjawaban. Laporan tersebut terutama terkait dengan masalah-masalah duniawi dan sekitar kehidupan manusia. Rapat antara dewa-dewi dengan Dewa Langit akan berlangsung sampai dengan akhir tahun.
Lalu bagaimana dengan keamanaan dan kesejahteraan manusia selama ditinggal para dewa. Dewa bumi/tanah beserta para pegawainya akan mengambilalih penanganan sementara tugas dari para dewa-dewi langit tersebut sampai dengan mereka kembali dari pertemuannya.
Oleh karena itu, sebelum para dewa dan dewi kembali ke kahyangan, manusia akan berusaha untuk mengajukan berbagai permohonan berkat dan rahmat untuk disampaikan kepada dewa langit. Dalam perayaan hari tersebut, berbagai sesajian disajikan dan yang terutama adalah kue beras manis yang berisi kacang atau kelapa. Tujuannya adalah sebagai tanda bakti dan sekaligus berharap dewa pelindung akan melaporkan hal-hal dari amal bakti mereka selama setahun dan mengampuni dosa mereka.
Setelah prosesi sembahyang, patung dewa dan dewi yang dijadikan simbol keberadaan para penghuni langit tersebut kemudian dibersihkan. Berbagai ritual dilakukan. Pembersihan rumah juga mulai dilakukan, dengan anggapan debu dan kotoran tidak akan lagi mengganggu keberadaan dewa dan dewi tersebut. Setelah prosesi bersih-bersih, pantung-patung dewa dan dewi akan ditutupi dengan kain atau diberi jubah.
Pada malam sehari menjelang hari imlek, dewa dan dewi kahyangan diyakini akan kembali ke bumi. Malam tersebut diperingati dengan cara melakukan sembayang dan membuka pintu depan rumah lebar-lebar, sebagai tanda mempersilahkan dewa-dewi dan segala rejeki masuk ke dalam rumah. Setelah melewati tengah malam, diyakini dewa dan dewi telah kembali ke dalam patung-patung lambang perlindungan. Mulai pada saat tersebut juga segala rejeki dan rahmat kelimpahan juga akan turut hadir di rumah. Perayaan imlekpun dimulai. Selama 3 hari, kegiatan pembersihan rumah dipantangkan. Tujuannya tidak lain, agar dewa-dewi dan segala keberuntungan yang telah hadir betah dan kekal tinggal di dalam rumah.
MENGAPA MENULIS KARYA ILMIAH SANGAT SULIT?

Menulis esei atau karya ilmiah sebenarnya bukan sebuah karya cipta, melainkan lebih merupakan karya intelektual. Karya cipta merupakan sebuah kreasi dari sesuatu yang sebelumnya belum ada menjadi ada. Menulis dalam kaitannya dengan inovasi merupakan suatu invention. Sebagai invention, untuk menulis diperlukan sumber inspirasi dan landasan menulis. Oleh sebab itu, agar dapat menulis maka seseorang harus terlebih dahulu memiliki bekal informasi yang cukup dari kegiatan membaca.
Melalui aktivitas membaca, akan diperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk menyusun tulisan. Oleh sebab itu, langkah paling awal jika mengalami kebuntuan untuk memulai tulisan adalah melakukan survei literatur dan membaca terlebih dahulu ide-ide orang lain dari berbagai sumber terkait dengan tema atau topik yang akan ditulis. Langkah ini merupakan suatu pengorbanan besar dan tentu bukan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi yang tidak suka membaca. Namun sebagai seorang intelektual, siswa wajib melakukan kegiatan ini sebagai bagian dari tugasnya.
Selain membaca, dapat dilakukan alternatif perolehan informasi yang lain, yaitu melalui berbagai media digital atau mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan narasumber. Kedua kegiatan ini tentu akan lebih menarik, tetapi syaratnya adalah untuk tema yang akan ditulis harus tersedia sumber yang memadai dan mudah untuk diakses. Media dan sumber informasi ini tampaknya tidak lebih murah daripada buku. Buku pada umumnya tersedia di perpustakaan umum dan dapat dipinjam dengan gratis atau lebih murah.
Setelah membaca tentu saja tidak akan cukup dan langsung membuat orang bisa menulis. Gagasan-gagasan yang berhasil ditemukan perlu dilatih untuk dituliskan kembali dengan menggunakan kalimat yang disusun sendiri tanpa terikat pada bahan bacaan yang menjadi sumber. Dengan langkah ini, penulis dilatih untuk berpendapat dan berkreasi, serta menghargai hasil kreasi orang lain. Langkah ini juga akan membuat tulisan yang dibuat lebih “mengalir” dibandingkan dengan tulisan yang banyak melakukan kutipan dari sana-sini. Selain itu, penataan ide yang saling terkait antarbuku yang berbeda dapat dilakukan. Ini memungkinkan penulis mencoba membuat suatu kreasi baru yang lebih segar daripada bahan bacaan yang telah ada sebelumnya.
Dapat Anda bayangkan saja, jika Anda membaca lima buku dari penulis yang berbeda tentang satu tema – tentu gagasan yang akan ditemukan akan sangat bervariasi. Jika gagasan tersebut Anda padukan, perdebatkan, atau bandingkan, Anda tentu akan mencoba juga untuk mengemukakan dalam tulisan pikiran atau gagasan Anda. Hasilnya pasti ada perbedaan antara tulisan Anda dengan kelima karya tersebut.
Cobalah untuk melakukan latihan-latihan kecil untuk menulis. Bacalah tiga buku yang tipis-tipis saja, atau kumpulkanlah 10 artikel dengan satu tema yang sama dan kemudian dibaca. Garisbawahi atau tandai bagian-bagian penting dari tulisan tersebut. Ambillah satu kalimat dari salah satu bacaan sebagai kalimat pembuka dan lanjutkan dengan menulis kalimat sendiri sebagai ungkapan kembali dari ide-ide yang ditemukan dari berbagai bacaan tersebut.
Jika Anda mencoba untuk menulis tanpa rujukan dan tidak pernah membaca terkait dengan ide yang dipilih pastilah tugas menjadi sulit. Itu sama saja dengan Anda mencoba untuk masuk ke dalam sungai walau tidak tahu caranya untuk berenang. Anda pasti akan tenggelam dan takut untuk melakukannya lagi. Tetapi akan berbeda jika Anda mencoba berenang di kolam kecil, melatih pernapasan, melatih otot-toto tubuh agar lentur menghadapi air, baru setelah itu mencoba berenang di sungai. Hasilnya akan sangat berbeda.
| Reactions: |
SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC)

Kesadaran akan perlunya peremajaan sistem dilandasi adanya proses pengembangan sistem yang ternyata membentuk suatu siklus. SI dalam menghadapi perkembangan TI yang sangat pesat memiliki daur hidup. Daur hidup tersebut harus dijalani supaya kompetensi utama perusahaan tidak beralih kesempatannya kepada pihak lain.
Bagi pengguna SI dan penerapannya di dalam SIM perlu diketahui dengan jelas proses-proses pengembangan sistem dan hubungannya dengan daur hidupnya. System development life cycle (SDLC) merupakan sejumlah aktivitas bersifat siklus yang diterapkan untuk membuat dan mengembangkan SI. Dalam SDLC terdapat lima tahap, yaitu perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, dan operasi. Setiap tahap dalam siklus memiliki sejumlah aktivitas khusus.
Pada tahap perencanaan, kegiatan khusus yang dilakukan mencakup: mengkaji permintaan proyek, memprioritaskan permintaan proyek, mengalokasikan sumberdaya, dan membentuk tim pengembangan proyek. Tahap kedua, yaitu analisis dilakukan dengan penyelidikan awal dan dilanjutkan dengan mengerjakan analisis secara menyeluruh (mempelajari sist em saat ini, menentukan kebutuhan pengguna, dan memberikan saran atau solusi). Tahap perancangan mencakup dua kegiatan khusus, yakni berusaha memperoleh piranti yang diperlukan dan mengembangkan sistem secara mendetail. Tahap implementasi dilakukan dengan mengembangkan program, memasang dan menguji sistem baru, melatih pengguna, dan mempersiapkan transformasi sistem. Tahap opetasi dilakukan dengan melibatkan aktivitas mengerjakan pemeliharaan sistem, memantau kinerja sistem, dan menilai pengamanan sistem.
SDLC perlu diimbangi dengan kegiatan rutin yang berlangsung secara terus-menerus. Kegiatan tersebut mencakup manajemen proyek, penilaian kelayakan, dokumentasi, dan pengumpulan data/informasi. Pengembangan sistem juga harus mengikuti 3 panduan umum, yaitu: mengelompokkan berbagai aktivitas ke dalam tahap-tahap SDLC, melibatkan pengguna, dan mengembangkan standar.
Manajemen proyek dapat dijelaskan sebagai proses perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian aktivitas-aktivitas penting selama SDLC. Kelayakan dapat diartikan sebagai ukuran seberapa cocoknya pengembangan suatu sistem bagi perusahaannya. Dokumentasi adalah pengumpulan dan perangkuman data dan informasi. Untuk mengumpulkan data dan informasi, para profesional TI dapat membaca dokumentasi, mengamati, mengirimkan kuesioner, melakukan wawancara, ikutserta dalam sesi perancangan bersama, dan melakukan penelitian. Setiap elemen dari suatu sistem informasi harus diamankan dari ancaman, baik dari dalam maupun luar perusahaan.
BAGAIMANA CARA MEMBACA CEPAT?
| Reactions: |
GURU DAN MATERI????
Ambisi ini mendorong timbulnya kapitalisme yang disertai dengan politik ekspansi yang disebut imperialisme dan kolonialisme. Pada dunia modern, langkah ini dimodifikasi supaya lebih halus dan menghindari gesekan dengan hak-hak asasi manusia dalam bentuk neokolonialisme.
Tidak semua kelompok dalam masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menguasai materi. Kelompok-kelompok yang tersisihkan dapat melakukan perjuangan melalui gerakan kesatuan kelasnya untuk menentang dan bahkan menghancurkan kelas yang menguasai materi. Dalam satu kesatuan gerakan yang terorganisasi baik, gerakan kelas bawah akan berhasil. Jika gerakan tersebut berhasil, kemerataan dan kesamaan dalam penguasaan materi akan dapat dicapai. Inilah ide-ide historical materialisme yang menjadi landasan pelaksaan sistem ekonomi sosialisme.
Dalam kenyataan, tidak ada negara dan kelompok yang berhasil mewujudkan ide-ide sosialisme tersebut. Bagaimanapun juga kedudukan dan berlangsungnya sistem kapitalisme dan penguasaan materi oleh kelompok tetap saja berlangsung. Bahkan di negara dan masyarakat yang melabel dirinya sebagai sosialis.
Jika menjalankan bisnis atau perusahaan, tentunya kapitalisme merupakan suatu kewajaran – tetapi tidak demikian dengan guru dan sekolah. Hakekat sekolah adalah pranata sosial. Fungsinya bukan untuk menjalankan bisnis. Tetapi sekolah yang tidak menjalankan fungsi bisnis, tentu akan tergilas oleh gelombang kapitalisme yang begitu besar. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan investasi pengembangan pendidikan. Semua konsep tersebut berhubungan dengan penciptaan kultur ekonomi kapitalis.
Dalam menjalankan fungsi pendidikan, sepertinya guru dan sekolah juga tidak bisa menghindari berbagai analisis keuangan dan pehitungan laba-rugi. Contoh yang sangat sederhana adalah dalam penjualan buku paket pelajaran. Jika sekolah melakukan tugas koordinasi penjualan buku paket pelajaran di sekolah (dalam kenyataan dilarang oleh pemerintah), tentunya keuntungan akan dibagikan oleh para penerbit buku kepada sekolah dan guru.
Pemerintah memang bisa melarang sekolah untuk menjual buku secara langsung kepada siswa melalui guru, tetapi sekolah di masa sekarang juga tentu saja berorientasi pada bisnis. Koperasi sekolah dapat menjadi badan usaha yang legal sebagai kepanjangan sekolah untuk meraih keuntungan tersebut. Pemerintah juga tentunya tidak dapat melarang guru mengkoordinasi siswa dan membeli buku secara kolektif dari sebuah penerbit atau toko buku. Legalkah tindakan ini? Secara prinsip ekonomi tindakan tersebut tentu saja legal. Sebagai imbal balik, siswa memperoleh potongan harga jika membeli kolektif dan guru diberi insentif oleh penerbit. Suatu bentuk simbiotik mutualisme yang sangat sempurna.
Tidak lain ini tentu saja disebabkan oleh kering dan kerontangnya sumber penghasilan guru. Guru tidak tinggal dan berkembang dalam lahan yang dapat memberikan penghasilan cukup. Segala cara harus dilakukan, termasuk meraih materi dari hal-hal yang memang telah dilarang. Caranya memang dengan mengakali melalui jalur lain yang tetap tidak menabrak koridor ketetapan yang sudah dibuat.
GURU KARYAWAN? OR GURU PAHLAWAN?
Kebetulan yang ditanya oleh anak itu adalah guru Fisika. Guru itu menjawab, “Banyak yang bisa kamu lakukan Anakku. Kamu bisa menerapkan ilmu tersebut untuk merancang dan membuat berbagai alat yang canggih, misalnya roket atau pesawat.”
“Wah, roket dan pesawat. Canggih sekali ya Pak. Tapi, bukankah untuk membuat itu saya perlu banyak sekali uang. Kalau begitu, bukankah lebih baik saya belajar cara mencari uang dulu, Pak?” ***
Seorang guru yang profesional, selain sebagai pendidik dan pengajar juga seharusnya mampu membuat hasil karya dan membimbing peserta didik untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Idealisme seperti ini tentu saja akan ditanamkan melalui pendidikan profesional keguruan di setiap perguruan tinggi. Tidak hanya melalui matakuliah khusus, tetapi saya yakin juga akan diselipkan di berbagai matakuliah yang tidak terkait langsung dengan tema “profesionalisme guru.” Tetapi idealisme ini sepertinya sulit untuk diterapkan dan berjalan pada koridornya di negeri ini.
Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sebagai pilar terpenting untuk menciptakan generasi yang berkualitas belum seimbang dengan perhatiannya pada politik dan ekonomi. Padahal, pilar pendidikan erat kaitannya dengan penciptaan generasi yang memiliki nilai moral dan etika untuk menjalankan pilar-pilar lain dalam kehidupan bermasyarakat. Guru di negeri ini dijuluki sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Maka sudah sepantasnyalah guru diperas habis-habisan dan kemudian di biarkan miskin melarat. Walau memang tidak semua guru di negeri ini mengalami nasib yang sama, tetapi sebagian besar mengalami kondisi tersebut.
Jika saat kita dijajah, rakyat kita ditindas oleh penjajah. Setelah kita merdeka, sebagian kelompok dalam masyarakat yang juga tetap ditindas oleh para neokolim. Tidak jarang, pemerintah melalui aparaturnya yang tidak bersih mengambilalih tugas para kolonialis yang terdahulu. Kelompok guru di desa terpencil, guru bantu, dan guru honorer adalah bagian dari rakyat yang turut menikmati nikmatnya ditindas oleh para neokolim baru ini. Hanya yang mereka yang berbesar hati dan memiliki dedikasi tinggi saja yang mau terus berjuang bagi sekolah dan siswanya.
Guru memang dituntut untuk dapat berpenampilan seperti profesinya ketika melaksanakan tugas. Guru bukan kuli – tapi gaji guru sama saja dengan gaji kuli. Maka tak heran kinerja guru di negeri ini rendah. Jika saya murid yang bertanya tadi, saya mungkin akan meneruskan pertanyaan, “Mengapa Bapak sampai sekarang belum bisa membuat pesawat atau roket?” Saya yakin reaksi guru yang saya tanyai akan bermacam-macam. Ada yang menjawab dengan ramah bahwa ia tidak punya uang, tetapi mungkin ada yang akan langsung bangkit amarahnya karena tersinggung.
Jelasnya, guru di negeri ini belum sepenuhnya menjadi karyawan. Guru di negeri ini masih dipandang seperti halnya peralatan, yang jika sudah tua dibuang saja. Jika guru di negeri ini dipandang sebagai karyawan, maka guru akan dinilai sebagai salah satu sumberdaya terpenting bagi sekolah dan juga bagi negara. Tetapi, buktinya guru lebih seperti mesin – tiap hari bekerja dan dipenuhi dengan rutinitas – kesempatan untuk berkarya, hanya milik yang memiliki kedekatan dengan para neokolonialis-neokolonialis. Sisanya – jadi robot saja, yang penting mesin pendidikan di negeri ini tetap jalan.
Buktinya, berapa jumlah guru yang mampu menunjukkan karya dan kreativitas, selain hanya mengajar di kelas setiap hari. Jumlahnya tentu tidak akan sebanyak yang dapat dibuat oleh pemain sinetron atau film. Jumlahnya juga tidak akan sebanyak anugerah yang diberikan kepada para pelaku bisnis dan perusahaan yang sukses. Alasannya jelas, karena pendidikan adalah bidang yang bersifat amal. Pendidikan tidak memiliki cukup uang dan tidak belajar menciptakan uang.
Rutinitas dan tuntutan perut tampaknya mendominasi masalah yang dihadapi guru di negeri ini. Rutinitas tidak hanya sebagai guru, tetapi mencari tambahan penghasilan untuk menutup kekurangan gajinya sebagai guru formal. Guru swasta mungkin akan memberikan les privat. Kalau guru di daerah terpencil mungkin jadi petani, bahkan ada yang jadi pemulung. Tidak lain, masalahnya adalah karena perut guru dan keluarganya tidak akan terkenyangkan dengan gaji sebagai guru.
Tambahan masalah bermunculan dengan adanya tantangan dari sekolah-sekolah bertaraf internasional. Guru-guru pada sekolah yang mantap juga tidak jarang harus menghadapi tantangan baru tersebut. Tuntutan penguasaan teknologi dan bahasa asing mengejar para guru. Tentu saja, jika yayasan dan sekolah tidak mendanai – para guru harus merogoh kocek sendiri untuk dapat tetap mempertahankan kedudukan dan profesinya.
Keraguan pemerintah dan benturan di dalam lembaga pengatur pendidikan di negeri ini turut membuat guru semakin tersudut. LPTK yang telah menghasilkan guru sepertinya diragukan kemampuannya dengan keharusan guru menjalani syarat uji sertifikasi. Selain itu, tuntutan administratif yang semakin berat juga tidak disertai dengan konsistensi dan stabilitas. Tidak jarang regulasi mengalami revisi dalam waktu yang singkat. Bahkan dalam mengeluarkan petunjuk pelaksanaan tidak ada konsistensi antarpasal dan antarinstansi justru tidak ada kesatuan pendapat. Akibatnya guru dan sekolah justru menjadi bingung – mana yang harus diikuti.
Walaupun demikian, pendidikan di negeri ini dengan segala keterbatasannya harus terus berlanjut. The show must go on. Pemainnya tidak lain adalah guru-guru kita yang kelaparan dan murid-murid kita yang terus dihantui dengan kegagalan ujian nasional. Sementara orangtua harus bercucur keringat dan menanti dengan cemas untuk mendoakan anak-anaknya agar dapat menjadi sesuai dengan harapannya. Guru adalah aktor dan aktris utama di sini. Memang di sini guru tidak akan bisa mendapatkan Panasonic Award ataupun Oscar. Namun demikian satu apresiasi untukmu wahai guru. Engkau tidak akan cocok dengan gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Buang saja gelar itu. Engkau akan lebih elegan dengan gelar PAHLAWAN YANG BERJUANG BAGI PENDIDIKAN BANGSA. Selamat berjuang sobat-sobat guru di negeri ini. Tuhan Memberkati.



