Sabtu, 27 September 2008

Surat untuk Kanim I Pontianak

Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Pontianak dalam beberapa waktu telah menjadi pemberitaan yang hangat. Tidak lain karena keluhan masyarakat. Buruknya sistem pelayanan publik yang diberikan oleh instansi ini pada awalnya saya anggap sebagai suatu hipotesis yang perlu dibuktikan. Saya mencoba untuk tidak berprasangka sebelum menjalani sendiri pelayanan tersebut. Ternyata setelah mengalami sendiri, pada akhirnya saya benar-benar kecewa telah memberikan citra positif dan mati-matian membela instansi yang memang benar-benar buruk pelayanannya.

Jika selama ini banyak teman yang menyatakan instansi ini sangat mementingkan para calo dan sering mempermainkan masyarakat yang mengurus sendiri, saya berusaha melihat bahwa mereka memiliki pandangan subjektif. Mungkin dokumen Anda tidak lengkap? Mungkin Anda belum membaca dengan baik? Mungkin Anda salah? Itu jawaban saya. Alhasil saya sendiri benar-benar malu.

Saya mengurus sendiri pasport di Kanim Kelas I Pontianak pada 28 Agustus 2008. Pada tanggal tersebut saya diminta kembali oleh petugas setelah memasukkan berkas permohonan 3 hari sebelumnya. Waktu saya kembali Pukul 11.15 WIB. Jawaban petugas pada saat itu, proses input data tidak dapat lagi dilakukan. Saya diminta kembali esok. Esok ketika saya kembali petugas berdalih bahwa mereka akan melakukan proses tutup buku. Jadi saya diminta kembali Senin, 1 September 2008.

Pada hari yang telah dijanjikan, akhirnya data saya dapat diinput. Meskipun saya harus menunggu dari Pukul 08.00 sampai pukul 14.00. Ketika akan membayar, petugas kembali berdalih bahwa komputer rusak. Saya diminta kembali esok hari. Saya baru dapat membereskan pembayaran pada keesokan siang. Tentu saja juga dengan telah menunggu dari pagi sampai sore. Memang kesabaran saya harus diuji.

Rabu, saya dengan penuh harapan pergi awal supaya dapat memperoleh antrian foto. Alhasil memang saya berhasil foto dan pengambilan sidik jari pada hari Rabu dan interview terpaksa harus dilakukan keesokan hari dengan alasan ramainya pemohon yang masih antri. Kamis, saya diinterview siang hari dan diminta kembali Rabu depan untuk pengambilan paspor.

Hari Rabu saya datang ke loket pengambilan. Saat paspor saya dikeluarkan dari lemari, ternyata belum dicap dan ditandatangani oleh Kepala Kanim. Akhirnya pasport tersebut tidak jadi diambil dan saya diminta untuk kembali esok. Esoknya, saya kembali diberikan paspor yang belum dicap. Saya protes dan mengembalikan kepada petugas. Petugas hanya mengatakan “Sorry, Belum berangkat kan? Kembali saja besok.” Esoknya saya benar-benar kembali, sekita jam 10 pagi. Hasilnya sama. Jawabannya belum diteken. Saya diminta mencoba datang kembali siang. Saya benar-benar kembali siang, sekitar jam 14.00. Dengan santai petugas kembali menjawab bahwa paspor saya belum selesai. Saya diminta bersabar dan toh belum berangkat.

Memang sepertinya kesabaran saya diuji lagi. Saya berharap janji bahwa penyelesaian akan dilakukan pada hari Senin yang akan datang tidak lagi hanya sekedar isapan jempol. Saya berharap benar-benar pelayanan ditegakkan untuk kepentingan masyarakat. Bukan hanya sebatas untuk segolongan orang saja. Ingatlah wahai Bapak-bapak yang berada di Kanim Kelas I Pontianak. Anda dipercaya oleh masyarakat untuk menyelenggarakan pelayanan. Anda juga dipercaya oleh Yang Maha Kuasa untuk mengemban tugas mulianya di dunia ini. Jangan sampai kepercayaan masyarakat dan amanah Tuhan YME digadaikan untuk segala sesuatu yang sifatnya duniawi. Instansi Anda berada di dalam naungan Departemen Hukum dan HAM yang seharusnya menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, bukan justru menindas golongan lemah dan mementingkan golongan tertentu.

Semoga saja apa yang saya alami juga hanya suatu ketidakberuntungan. Semoga masyarakat yang lain tidak lagi mengalami nasib yang sama. Ingat wahai para pejabat di Kanim, proses bolak-balik ke Kanim dan izin terus-menerus juga tentu akan sangat mengganggu aktivitas kerja kami. Kami sebagai masyarakat juga mohon maklum. Inilah yang membuat seringkali masyarakat kehilangan kesabaran. Saya rasa untuk membenahi sistem pelayanan dan manajemen, Kanim perlu melakukan konsultasi dengan instansi yang terkait – termasuk memberdayakan program-program pendidikan formal di bidang administrasi dan manajemen yang ada di kota ini. Salam hormat.

0 comments: