Sabtu, 05 April 2008

Geert Wilders: Politisi Gendeng!!!


Geert Wilders, nama politisi ini semakin popular akhir-akhir ini. Poster wajahnya juga beredar dalam berbagai macam paras. Jika dimunculkan di koran, ia tersenyum lebar dan tampak bangga dengan popularitasnya. Sementara di poster-poster para demonstran yang memprotesnya, wajahnya bisa berubah sungguh menakutkan. Ada tanduknya, ada taring, dan berbagai macam atribut tambahan yang sangat menunjukkan kebencian terhadapnya.

Film FITNA yang dibuatnya dan diluncurkan melalui internet sebenarnya bukan suatu tayangan yang luar biasa. Ia hanya mengumpulkan potongan-potongan peristiwa kekerasan yang dilakukan kelompok yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Islam. Jelas film ini tidak akan dapat disejajarkan, bahkan dengan sinetron kelas kacangan di Indonesia sekalipun. Sinetron-sinetron kacangan itu tampaknya masih lebih baik, karena diproduksi dengan suatu kreasi dan daya cipta. Produksi yang dilakukan oleh Wilders justru hanya menyatu-nyatukan potongan-potongan gambar bergerak.

Tetapi yang membuat film ini menjadi begitu dihebohkan adalah karena tema yang diusung dan kumpulan tayangan yang dimuat di dalamnya. Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan jelas memang tidak dapat ditolerir. Tetapi menyamakan kekerasan dan mengidentikkannya dengan sekelompok orang (dalam hal ini Islam) jelas menunjukkan suatu tindakan yang tidak kalah biadabnya. Biadab, karena mempropagan. Biadab karena memfitnah. Biadab karena berpikiran sempit dan memancing kemarahan, serta menunjukkan keangkuhan.

Tujuan Wilders sangat jelas, ia menginginkan popularitas diri. Karya FITNA merupakan suatu carayang digunakan untuk mendongkrak namanya. Karya tersebut juga dijadikan sebagai suatu jalur untuk membuat dirinya dikenal oleh dunia internasional. Tidak lebih dari itu. Memang setiap orang boleh memilih, terkenal karena kebaikan atau terkenal karena kejahatan. Tampaknya Wilders memilih yang kedua.

Jika di dunia ini memang ada orang baik dan orang jahat, itu benar. Tetapi dari mana asalnya orang baik dan orang jahat, tidak selalu pasti berasal dari golongan atau kelompok masyarakat tertentu. Dengan meluncurkan FITNA, Wilders mengklaim bahwa jika ada reaksi keras dari umat Islam itu bukan salahnya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa dengan bereaksi berarti mengaminkan apa yang ia buat. Justru inilah sebenarnya akar dari keangkuhan Wilders yang membuat umat Islam marah. Wilders terlalu angkuh. Jika ia merasa benar sekalipun, ia tetap tidak termasuk dalam kalangan yang baik. Sebab menimbulkan kebencian, sekalipun hanya kepada dirinya merupakan sikap dan perbuatan manusia yang tidak menjunjung tinggi kedamaian dan cinta kasih.

0 comments: