Jumat, 21 Maret 2008

RENCANA PENGEMBANGAN SIM SMA GB


Sekolah merupakan suatu organisasi yang tersusun dari bagian-bagian yang dikendalikan oleh warga sekolah berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan, yaitu menghasilkan SDM yang berkualitas dan dapat berperan aktif di masyarakat. Sebagai sebuah organisasi, sekolah memiliki 4 komponen utama, yaitu: personal, aset (finansial dan operasional), budaya, dan informasi.

Informasi di era digital merupakan salah satu sumberdaya potensi yang dimiliki oleh organisasi, termasuk sekolah. Informasi dapat diartikan sebagai data yang telah diolah melalui serangkaian proses sehingga bermakna dan berguna bagi pemakainya. Informasi merupakan sumberdaya bagi sekolah, karena informasi mempunyai nilai dan manfaat bagi sekolah, untuk memperoleh informasi diperlukan pengorbanan biaya, dan informasi dapat digunakan sekolah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Tentunya informasi yang dimiliki tersebut harus memenuhi syarat kecermatan, ketepatan waktu, dan relevansi agar benar-benar dapat berfungsi sebagai sumberdaya. Oleh sebab itu, diperlukan manajemen terhadap informasi agar dapat memenuhi syarat-syarat tersebut.

Sebuah sekolah tentu memerlukan dukungan baik dari warga sekolah maupun eksternal. Berdasarkan hubungannya dengan informasi, para pendukung sekolah juga dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu: (1) pemakai informasi; (2) pemakai dan pengolah informasi; (3) pendukung proses pengolahan informasi. Para pendukung sekolah bekerja di lingkungan nilai-nilai yang hidup dan menjadi acuan mereka. Maka dari itu, pengelolaan dan pengembangan sistem informasi sekolah harus turut memperhatikan prinsip keselaran budaya dan sistem nilai di lingkungan. Di sini peranan manajemen juga sangat penting.

Proses manajemen terdiri dari beberapa tahap, mulai dari perencanaan sampai dengan pengendalian. SIM dikembangkan dengan maksud sebagai alat bantu dalam pengolahan data menjadi informasi yang bermanfaat bagi pencatatan kegiatan rutin sekolah, penyusunan laporan, penyampaian kembali kepada pihak yang memerlukan, dan pengambilan keputusan. Meskipun SIM sekolah merupakan suatu konsep umum, tetapi pengelolaan dan program yang dikembangkan berkaitan erat sekali dengan budaya organisasi sekolah. Dengan demikian pengembangan program dan pengelolaan SIM sekolah memerlukan analisis internal dan eksternal yang akurat sehingga rancangan yang dikembangkan dapat benar-benar memenuhi kebutuhan sekolah dan tidak menimbulkan pemborosan sumberdaya lain.

Dalam merancang SIM SMA Gembala Baik untuk kepentingan mendukung kegiatan operasional dan komunikasi/konsultasi perlu diperhatikan 10 faktor yang menentukan keberhasilan peningkatan manfaat rancangan SIM tersebut. Faktor-faktor tersebut terdiri dari: interface antara pemakai dengan SIM, kualitas dan kegunaan informasi, syarat-syarat SIM, karakteristik pengolahan data yang diinginkan, faktor-faktor organisasi sekolah, dana yang tersedia, faktor sumberdaya manusia, faktor kompetitor, dan kelayakan penerapan SIM. Setiap faktor perlu dijabarkan dalam indikator yang berhubungan dengan sekolah sebelum rancangan SIM komunikasi dan konsultasi internal-eksternal dirancang dan diaplikasikan.

Tentu saja untuk keperluan tersebut diperlukan suatu riset sederhana, baik melalui informasi sekunder atau melalui studi banding ke pusat sumber belajar lain. Seluruh pengembangan riset diserahkan pelaksanaannya kepada Tim Pengembang TIK/SIM SMA Gembala Baik. Proses ini akan lebih mudah sebab para anggota tim juga memiliki pengalaman mengajar dan menggunakan SIM di unit kerjanya yang lain. Pengalaman tersebut dapat digunakan oleh anggota tim sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi indikator untuk setiap faktor penentu rancangan SIM dan kemudian melakukan modifikasi dan rekayasa teknologi dan sistem untuk mengembangkan rancangan yang sesuai bagi SMA Gembala Baik.

SIM tentu memiliki komponen-komponen. Pada SIM SMA Gembala Baik untuk keperluan komunikasi dan konsultasi, komponen-komponen yang perlu dirancang dan ditetapkan oleh pengembang dapat dikelompokkan menjadi input, proses, dan output. Alat-alat yang diperlukan memadukan berbagai media komunikasi yang tersedia di lingkungan sekolah. Alat-alat tersebut meliputi: komputer, LCD Proyektor, OHP, server, website/internet, faksimile, telepon, mobile phone, surat cetak, memo, pengumuman lisan dan tertulis, dan media-media/alat-alat lain yang tersedia di sekolah. Tujuan akhir tentunya adalah optimalisasi penggunaan alat atau media yang tersedia dan jika memang sangat diperlukan baru dibuat perencanaan untuk pengadaan alat/media baru.

0 comments: